Thursday, November 07, 2013

(Oleh: Achmad Rivaldy Rizal)

“Pulang sekolah nanti, kita ketemuan ya!” Ujarnya lewat via pesan singkat yang dikirimkannya.
“Dimana kak?” Dengan antusias menjawab sms tersebut.
“Di taman dekat kantin. Bisa?” Ujarnya sambil memberikan saran.
“Bisa dong :D .” Dibalasnya dengan semangat yang membara-bara.
***
-Di Buku Tugas Ibadah MOS-
#Tulisannya ga karuan dek. Tapi tetap ditingkatkan ya!
@Iya kak, ini juga udah usaha. Tugasnya banyak banget sih kak.
#Tetap semangat dek. Emang seperti itu.
@Thanks kak atas motivasinya.
#Urwelcome dek :)
***
Kring… Kring… Kring…
Bel pulang pun membuyarkan lamunannya. Lamunan yang tadi merupakan awal pertemuannya dengan sosok yang dia idam-idamkan selama MOS berlangsung. Benar-benar pertemuan yang sangat indah dan sangat diharapkan.
“Jangan lupa ya, Senin depan UAN. Jangan lupa belajar dengan baik ya anak-anak. Kurangin mainnya. Fokus sama UANnya dulu.” Semangat Bu Freya mengingatkan.
“Iya Bu!” Mereka pun serentak menjawabnya.
Beranjak dari bangku yang menjadi teman sejati selama 3 tahun dan melangkahkan kaki dari kelas yang berada di lantai dua. Setiap anak tangga tak luput dari langkahan kakinya.
***
            “Kak, pulangnya sama siapa?” Ujar cowok remaja yang sedang duduk di kelas satu.
“Ga sama siapa-siapa. Emang Kenapa?” Ujar cewek remaja yang lebih tua setahun dari dirinya.
“Ga kok kak. Btw, ada yang ingin aku sampaikan nih kak. Boleh?” Dia pun tersipu malu.
“Boleh dong. Emang apaan sih dek?” Balik menjawab dengan nada penasaran.
“Hmhm, gimana ya. Susah ngomongnya.” Gelisah dengan disertai rasa malu.
“Ngomong aja, ga ada yang larang kok.” Celetuknya.
“Hmhmmm kak. Bo….bolehkah aku memiliki hatimu?” Dengan terbata-bata.
“Maksudnya?” Balik bertanya dengan ekspresi kaget.
“Ya, mengisi hari-harinya kakak, merajut cinta bersama-sama. Boleh kak?” Memperjelas pertanyaan sebelumnya.
“Bagaimana ya?” Berpikir sejenak.
“Ayolah kak!” Seru remaja yang lebih muda setahun tersebut yang spontan beranjak dari tempat duduknya dan kemudian berlutut dan memegang tangan perempuan tersebut.
“Hmhmhm. Oke deh!” Gumam perempuan remaja tersebut dengan menandakan bahwa telah menerima cinta cowok tersebut.
***
            Kejadian setahun yang lalu terlintas kembali di dalam benak Dela. Itulah awal dari cerita jalinan cinta Dela dan Andre.
“Kak Delaaaa!” Terdengar teriakan suara laki-laki yang sudah tidak asing lagi.
“Kamu bisanya cuma ngagetin kakak saja, Ndre.” Celetuk Dela.
“Maaf deh kak, lagian dari tadi aku liat kak Dela melamun mulu. Mikirin apasih kak?” Tanya Andre penasaran.
“Ga ada kok.” Jawab Dela cuek.
“Masa sih kak. Jangan Bohong deh. Ngomong-ngomong mau bahas apa sih?” Andre mengingatkan ke Dela soal tujuan pertemuan mereka hari ini.
***
            Sudah 5 bulan aku jalanin kisah cinta ini bersama Andre. Tapi kok dia tidak ada perhatiannya sama sekali ya sama aku? Balas SMS ga pernah. Angkat telpon juga ga pernah. SMS lebih-lebih. Apalagi Nelpon. Maunya dia apa sih? Kok jadi ga jelas gini ya.
Aku coba bicara langsung ke dia.
“Sebenarnya gimana ini? Stop sampai disini aja ya dek.” Ujar Dela yang sudah bosan dengan kelakuan Andre.
“Jangan dong kak, soalnya aku masih sayang sama kakak.” Andre dengan rayuannya.
Kemudian #speechless. Setiap bertatap dan berbicara langsung sama dia, selalu saja speechless. Susah ngomongnya. Padahal sebelumnya sudah dikonsep sebaik mungkin, pas ketemuan, eh mala blank.
Sore Itu….
“Hey Ryan.” Seru Dela.
“Halo kak Dela.” Ryan pun membalas dengan disertai senyuman.
“Ryaaannn, nanti kamu nyusul ya ke rumah si Doni.” Teriakan cewek itu terdengar dan membuyarkan percakapan kami. Spontan aku balik dan ternyata Andre dan Nita boncengan.
“Kok mereka barengan mulu sih? Ada hubungan apa diantara mereka?” Tanya Dela dengan nada kesal.
“Sekedar teman, ga lebih kok kak.” Jawab Ryan.
“Tapi kok mesra banget ya?” Dela pun balik nanya ke Ryan.
“ Niat Andre kan baik untuk jemput Nita dan ngantarinnya ke rumah Doni. Ga lebih kok kak” Tegas Ryan.
“Tapi…”
“Sudahlah kak. Tenangin diri dulu.”
***
            Kenangan yang sangat menyakitkan. Semoga aku bisa bicara dengan Andre tanpa ada speechless lagi. Gumam Dela dalam hati.
“Tuh ngelamun lagi. Mau ngomong apaan sih kak?” Tanya Andre penasaran.
“Sebenarnya aku sudah tidak tahan dengan kelakuanmu selama ini. Kayaknya tidak ada niat sama sekali untuk pacaran denganku.” Akhirnya Dela pun angkat bicara.
“Siapa bilang kak. Seandainya hati ini bisa dibelah. Akan ada 1 nama di dalamnya, yaitu nama Dela. Cuma nama kakak.” Tegas Andre.
“Tapi kok setahun kita pacaran serasa tidak ada yang spesial ya.” Celetuk Dela.
“Jadi, maunya kakak apa?” Tanya Andre.
“Kita putus.” Tegas Dela.
“Tapi….” Andre tidak tega.
“Tapi apa. Setahun ini kamu cuek sama aku. Mengertilah perasaanku. Aku ga fokus belajar untuk UAN soalnya tiap malam harus mikirin kamu. Apakah kamu juga melakukan hal yang sama? Tidak kan. Sudahlah kita putus saja.” Jelas Dela ke Andre da kemudian Dela pun pergi meninggalkan Andre.
Dalam benak Dela pun terbayang-bayang akan Andre. Dia sangat sayang sama Andre. Namun Dela beri kesempatan kepada Andre untuk belajar mengerti perasaan dan mencoba memberikan perhatian yang lebih kepada pasangannya. Dela sangat ingin bertemu Andre lagi di masa depan jika Andre telah belajar dan mampu memberikan perhatian yang lebih kepada pasangannya.

“Saya Akan Menunggumu Di Masa Depan”

0 comments: