Kok air di Bumi tidak pernah habis… ?
Nah, di ilmu bumi atau istilah
kerennya Geosains, ada cabang khusus yang mempelajari tentang FENOMENA YANG BERKAITAN DENGAN CUACA,
nah apa itu?. Ilmu itu disebut juga METEOROLOGI
! Terus apa hubungannya sama air yang terus ada di bumi?. Tentu saja ada
kaitannya, air di bumi khususnya di daratan & di lautan itu dapat terus ada
karena berasal dari hujan, nah hujan itu adalah salah satu fenomena cuaca.
Hujan juga merupakan bagian dari sebuah siklus RAKSASA di bumi kita, disebut juga dengan SIKLUS HIDROLOGI. Nah, berikut ini akan dijelaskan mengenai siklus
Hidrologi yang membuat persediaan air di bumi tidak pernah habis atau istilah
internetannya (Unlimited) :D . Hujan (Presipitasi) adalah gejala
atmosfer yang terjadi ketika kumpulan titik-titik air (awan) di ketinggian
udara tertentu sudah tidak mampu menampung volume air di dalamnya, sehingga
dikeluarkan di daerah tertentu dalam bentuk air yang hingga kini kita sebut
dengan hujan. Untuk pembahasan lebih lengkap mengenai Siklus Air(Hidrologi)yuk
kita amati gambar di bawah ini…!
Bahas siklus, lebih enak klo
diceritain aja... Jadi mulanya air yang ada di permukaan bumi itu mengalami
penguapan karena adanya panas matahari.
Penguapan dibagi menjadi dua
macam yaitu Evaporasi (Penguapan dari benda mati , contohnya: Laut,sungai,air
di atas batu dsb). Transpirasi (Penguapan dari benda
hidup,contohnya: hasil respirasi tumbuhan,air di atas daun,batang dsb).
Ada juga nih campuran kedua-duanya
yaitu Evapotranspirasi. Nah, setelah penguapan sudah pasti
si uap bakal naik ke atas kan... Di atas sana akan terjadi Adveksi (Proses
dimana uap air yang sudah ada di atas tadi mengumpul dan bergerak secara
horizontal karena adanya pengaruh angin) nah di bagian inilah peruses
pembentukan awan terjadi. Selanjutnya saat uap air telah melewati suhu titik
embun maka terjadi proses Kondensasi (Proses perubahan
fasa/fisik dari uap air menjadi air dalam bentuk titik-titik air yang cair).
Titik air inilah yang akan membuat Presipitasi (Proses
turunnya curahan hasil kondensasi, dapat berupa hujan air atau es). Saat hujan mengguyur permukaan tanah maka akan
ada Run off / Surface flow (Proses mengalirnya air di
atas permukaan tanah, contoh : Sungai). Selain ada air yang mengalir di
permukaan, ada juga air yang meresap dari permukaan ke dalam tanah
secara vertikal disebut Infiltrasi.
Itulah alasan mengapa air di
Bumi tidak pernah habis, karena air juga memiliki Siklus yang terjadi terus
menerus. Coba bayangkan bila bumi tidak memiliki siklus air, apa yang akan
terjadi..? Mungkin, air “seteguk” bisa jadi hal yang sangat berharga di bumi ,
bahkan lebih berharga dari “emas seberat 1 kg”. Bukan hanya itu, menurut
penelitian ketika siklus air tidak terjadi, maka bumi dengan jumlah manusia
sebanyak 7 Milyar orang, belum termasuk
hewan & tumbuhan yang membutuhkan air untuk hidup, akan kehilangan seluruh
pasokan air baik di darat & di laut dalam kurun waktu ± 7 hari. Oleh,
karena itu kita manusia patut bersyukur akan nikmat yang diberikan sang
pencipta . #Fikar
0 comments:
Post a Comment