Friday, July 27, 2012


Kok air di Bumi tidak pernah habis… ?
               
Nah, di ilmu bumi atau istilah kerennya Geosains, ada cabang khusus yang mempelajari tentang FENOMENA YANG BERKAITAN DENGAN CUACA, nah apa itu?. Ilmu itu disebut juga METEOROLOGI ! Terus apa hubungannya sama air yang terus ada di bumi?. Tentu saja ada kaitannya, air di bumi khususnya di daratan & di lautan itu dapat terus ada karena berasal dari hujan, nah hujan itu adalah salah satu fenomena cuaca. Hujan juga merupakan bagian dari sebuah siklus RAKSASA di bumi kita, disebut juga dengan SIKLUS HIDROLOGI. Nah, berikut ini akan dijelaskan mengenai siklus Hidrologi yang membuat persediaan air di bumi tidak pernah habis atau istilah internetannya (Unlimited) :D .           Hujan (Presipitasi) adalah gejala atmosfer yang terjadi ketika kumpulan titik-titik air (awan) di ketinggian udara tertentu sudah tidak mampu menampung volume air di dalamnya, sehingga dikeluarkan di daerah tertentu dalam bentuk air yang hingga kini kita sebut dengan hujan. Untuk pembahasan lebih lengkap mengenai Siklus Air(Hidrologi)yuk kita amati gambar di bawah ini…!
Bahas siklus, lebih enak klo diceritain aja... Jadi mulanya air yang ada di permukaan bumi itu mengalami penguapan karena adanya panas matahari.
Penguapan dibagi menjadi dua macam yaitu Evaporasi (Penguapan dari benda mati , contohnya: Laut,sungai,air di atas batu dsb). Transpirasi (Penguapan dari benda hidup,contohnya: hasil respirasi tumbuhan,air di atas daun,batang dsb). 
Ada juga nih campuran kedua-duanya yaitu  Evapotranspirasi. Nah, setelah penguapan sudah pasti si uap bakal naik ke atas kan... Di atas sana akan terjadi Adveksi (Proses dimana uap air yang sudah ada di atas tadi mengumpul dan bergerak secara horizontal karena adanya pengaruh angin) nah di bagian inilah peruses pembentukan awan terjadi. Selanjutnya saat uap air telah melewati suhu titik embun maka terjadi proses Kondensasi (Proses perubahan fasa/fisik dari uap air menjadi air dalam bentuk titik-titik air yang cair). Titik air inilah yang akan membuat Presipitasi (Proses turunnya curahan hasil kondensasi, dapat berupa hujan air atau es).  Saat hujan mengguyur permukaan tanah maka akan ada Run off / Surface flow (Proses mengalirnya air di atas permukaan tanah, contoh : Sungai). Selain ada air yang mengalir di permukaan, ada juga  air yang meresap dari permukaan ke dalam tanah secara vertikal disebut Infiltrasi.
Lalu, akan ada Perkolasi (Proses mengalirnya air tanah dalam secara horizontal, proses ini terjadi jika air yang mengalami infiltrasi telah meresap hingga lapisan impermeable (lapisan tanah yang tidak dapat diresapi air), sehingga tidak bisa lagi meresap dan akhirnya akan mengalir secara horizontal di dalam tanah, membentuk aliran air tanah dalam).  Nah, air tanah dalam (air sumur) & air permukaan (air sungai) biasanya digunakan manusia untuk keperluan hidupnya seperti minum, mandi, mencuci dsb. Sisa-sisa air yang digunakan itu akan mengalir lagi melalui sungai-sungai alami atau buatan yang akan bermuara di laut, dan akhirnya siklus raksasa pun akan terjadi kembali.
Itulah alasan mengapa air di Bumi tidak pernah habis, karena air juga memiliki Siklus yang terjadi terus menerus. Coba bayangkan bila bumi tidak memiliki siklus air, apa yang akan terjadi..? Mungkin, air “seteguk” bisa jadi hal yang sangat berharga di bumi , bahkan lebih berharga dari “emas seberat 1 kg”. Bukan hanya itu, menurut penelitian ketika siklus air tidak terjadi, maka bumi dengan jumlah manusia sebanyak  7 Milyar orang, belum termasuk hewan & tumbuhan yang membutuhkan air untuk hidup, akan kehilangan seluruh pasokan air baik di darat & di laut dalam kurun waktu ± 7 hari. Oleh, karena itu kita manusia patut bersyukur akan nikmat yang diberikan sang pencipta .   #Fikar

0 comments: